9.27.2012

Beberapa kalimat pendek yang barangkali bukan sajak #2

Belakangan ini, saya gemar membikin kalimat-kalimat singkat di twitter. Tapi apakah kalimat-kalimat di bawah ini pantas disebut sajak? Tapi apa pun itu, saya akan tetap menyebutnya sebagai proses agar bisa berdiri tegak di puncak sajak.

  1. Keindahan sebuah ciuman, tergantung bagaimana lidahmu melidahkanku.
  2. Jika dengan ciuman kesedihanmu tidak berkurang, manalah mungkin kusebut engkau sebuah kebahagiaan.
  3. Cinta sering tak tepat waktu. Dan airmata, bagi kita bukanlah hal baru.
  4. Ketika maut memelukmu, kebenaran telah menunggumu, di sorga.
  5. Kita persis sepasang penyangkal ulung. Tapi sebenarnya kita adalah batu; saling menunggu, siapa lebih dulu menjadi palu.
  6. Menepilah cinta, menyepilah di dadaku. Kita biarkan kesedihan membikin airmata, memaknai kejatuhannya.
  7. Jika ciuman semata menyesatkan, lindungi aku dari lidah yang memabukkan.
  8. Tuhan, nikmatkan aku dengan satu ciuman.
  9. Dalam sajak yang hakiki, metafora memilih jadi api: dihangatkannya kata-kata dengan bismillah.
  10. Bahkan dalam sajak seorang penyair; kata-kata menyerupai kelembutan dzikir -- asma Allah tergetar di sudut bibir.
  11. Airmata adalah suara, nafas lain dari doa yang melata ke sidratul muntaha.
  12. Cinta menghalalkan segala cara. Sajak mengekalkannya dengan segenap kata.
  13. Memilikimu, seperti mengucap sebuah kata mustahil. Sebab telingamu tak berani mendengar. Dan kata-kata raib dari lidah.

0 komentar: